Peduli Guru Kita (PEGITA) melihat, guna mencapai tujuan umum dan khususnya dalam membantu guru, kami memfokuskan pada 3 sektor program
Pertama, Peningkatan dan Pengembangan Profesionalitas Guru
Sebagai sebuah profesi, guru dituntut untuk meningkatkan dan mengembangkan profesionalitasnya, mengupgrade pengetahuan dan keahliannya dan menyesuaikan metode pengajarannya sesuai dengan jamannya. Peduli Guru Kita (PEGITA), disini, bertindak sebagai fasilitator dengan memberikan pelayanan berupa :
·Pelatihan,Workshop ,seminar, Bimbingan Teknis, Training Motivasi
·Beasiswa Sekolah lanjutan S1 bagi guru
·Penyediaan Sarana dan Prasarana Pembelajaran
·Sarana Informasi berupa penyediaan buku-buku bagi guru dan sekolah
Kedua, Peningkatan dan Pemerataan Kemakmuran dan Kesejahteraan Guru.
Guru Makmur dan Sejahtera menjadi fokus Peduli Guru Kita (PEGITA), dengan kesejahteraan Guru mampu fokus pada tugas-tugasnya. Peduli Guru Kita memberikan subsidi kesehatan dan pendidikan anak guru pada tingkat sekolah dasar, dua pokok biaya yang sering menjadi pemikiran keluarga guru. Disamping itu , PEGITA juga memberikan bingkisan hari raya dan bingkisan untuk guru berprestasi yang telah menjadi kebiasaan masyarakat kita.
Bentuk bantuan kesehatan adalah keikutsertaan guru pada program jaminan kesehatan, karena melihat kenyataan begitu seringnya persoalan kesehatan menjadi beban pikiran keluarga para guru.
Subsidi pendidikan bagi anak guru diberikan sampai selesai Pendidikan Menengah, mengingat pendidikan dasar dan menengah merupakan titik awal pendidikan berprestasi yang baik, dan kemudian dapat memperoleh beasiswa pada tingkat-tingkat sekolah atas dan perguruan tinggi
Bentuk pelayanan berupa :
·Asuransi Kesehatan bagi Guru dan Keluarga
·Beasiswa untuk anak Guru
·Fasilitasi Ekonomi keluarga Guru
Ketiga, Perlindungan Guru
Ada hal-hal yang tidak dapat dihindari, namun sulit dilakukan secara mandiri baik oleh guru maupun sekolah yang bersangkutan. PEGITA melihat petingnya penanganan hal-hal yang secara langsung mempengaruhi karir guru dan mendirikan sebuah pusat krisis untuk memberikan advokasi.
Pusat krisis ini terbuka bagi guru, keluarga guru dan pengelola sekolah yang memerlukan bantuan hukum, konsultasi pengembangan karir. PEGITA akan membantu dengan memberikan informasi, mempertemukan dengan pemangku pengambil kebijakan untuk Guru Kita yang lebih baik.
Bentuk Program :
Advokasi Kebijakan
Advokasi Profesi Guru
Pusat Pengaduan Guru
To achieve its general and specific goals,
Peduli Guru Kita (PEGITA) (Care for our Teachers) will focus on three programs:
First, Improving and
Developing Teachers’ Professionalism
As a profession, teachers are demanded to
improve and develop their professionalism, upgrade their knowledge and
expertise and employ more effective teaching methods which is appropriate to
current age. PEGITA will act as facilitator by providing the following
services:
·Training, workshops,
seminars, Technical Guidance, Motivation Training
·Scholarship for teachers
to take undergraduate study.
·Provide Education
Facilities and Infrastructure
·Provide information media
the form of books for teachers and schools
Second, Improving and
Bringing Equality of Prosperity and Welfare for Teachers.
Promoting teachers’ prosperity and welfare
is the primary focus of PEGITA whereby they will be able to focus on their
duties. CARE FOR OUR TEACHERS provides health and education subsidy for
teachers’ children at elementary school as these two issues have been the most
concerned problems of teachers’ families. Besides, PEGITA also provides holiday
allowance and donation for outstanding teachers as generally practicable in our
society.
Health subsidy will be implemented in the
form of health insurance program considering that health issues are often faced
by teachers’ families.
Education Subsidy for teachers’ children
will be provided until they have finished Secondary Education bearing in mind
that primary and secondary education are very critical starting point to attain
outstanding achievement thereby they will be able to obtain scholarships to
continue their study at higher education level or universities
The services include:
·Health Insurance for
teachers and their families
·Scholarships for teachers’
children
·Economic facilitation for
teachers’ families
Third, Protection for
teachers
There are matters which are inevitable yet
difficult to cope with whether by the teachers themselves or by the institution
where they work for. PEGITA considers it is crucial to manage aspects which
directly affect teachers’ career by establishing a crisis center to offer advocacy.
This crisis center is open to teachers,
teachers’ families and school administrators who are in need of legal
assistance and career development consultancy. PEGITA will assist them by
providing information, facilitate a meeting with stakeholders, policy makers to
help our teachers better.
“Turut mewujudkan masyarakat pendidik yang professional dan sejahtera untuk mencerdaskankehidupan bangsa”
Misi Kami
1.Mengembangkan profesionalisme tenaga pendidik
2.Meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran
3.Meningkatkan kesejahteraan guru non PNS/honorer/relawan
4.Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk kesejateraan dan profesionalitas guru non PNS/honorer/relawan
Kelompok Sasaran
Ragam Guru di Indonesia, tetapi situasi dan kondisi mereka tidak dapat disamaratakan. Peduli Guru Kita memfokuskan perhatian kepada guru dengan karakteristik :
·Guru pada jenjang pendidikan Dasar dan Menengah (SD/MI, SMP/MTs.)
·Guru Honorer
·Guru yang memperoleh penghasilan dibawah Upah Minimum Regional (UMR)
Pendidikan merupakan masalah nasional. Namun, sejak meraih kemerdekaannya, indonesia belum menemukan pemecahannya yang bersifat berkesinambungan. Persoalan sarana dan prasarana, kurikulum dan guru merupakan persoalan yang sangat mendasar dalam masalah Pendidikan di Indonesia
Guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Kepiawaian dan kewibawaan guru sangat menentukan kelangsungan proses belajar mengajar di kelas maupun efeknya di luar kelas. Guru harus pandai membawa siswanya kepada tujuan yang hendak dicapai. Banyak guru tidak dapat memusatkan perhatiannya terhadap perkembangan siswa, karena situasi dan kondisi ekonomi mereka yang tidak mengizinkan. Karena itu masalah pendidikan menjadi bersifat pribadi.
Saat ini, terdapat 700.000 guru honorer yang mengajar di sekolah negeri dan 600.000 guru honorer yang mengajar di sekolah swasta dengan gaji sekitar Rp 200.000 per bulan. Nasib guru swasta non-PNS pun memprihatinkan.
Pemikiran kami sederhana. Guru mengejar kerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, keluarga gurulah yang mestinya diberikan bantuan dengan cara yang membantu guru untuk mencapai taraf kesejahteraan dan kemakmuran. Bantuan seperti ini memberi kesempatan kepada para guru agar dapat berkonsentrasi untuk memenuhi kebutuhan para murid. Dalam jangka panjang, bantuan seperti ini akan mendukung komunitas lokal untuk membantuk masa depan yang lebih berkesinambungan dan lebih serasi.
Kita yang pernah merasakan manisnya menuntut ilmu dari seorang guru, mesti mengajukan solusi untuk membantu dan peduli atas kondisi guru kita.
Kami berusaha untuk membantu para guru dengan program yang bersifat lokal dan spesifik, serta responsif terhadap persoalan nyata yang dihadapi para guru. Untuk itu kami mengharapkan dukungan semua pihak
Our teachers today
Education is
national issue. Still, since its independence Indonesia has not successfully
figured out a sustainable way out to the matter. Facilities and infrastructure,
curriculum and teachers constitute fundamental issues of Education in
Indonesia.
Being the key
component of education implementation, teachers play a very influential role in
teaching and learning activities. Their capacities and esteem would be largely
determinant to effective and efficient teaching and learning process in and
outside classroom. Teachers must be skilful to lead their students to the
objectives they wish to achieve. Many teachers could not manage to pay
attention to the development of their students due to economic condition. Since
then, education becomes personal issues.
Currently,
there are 700,000 honorary teachers of public schools and 600,000 of private
schools barely make Rp 200,000 per month. The condition of non-civil servant
teachers is even more despondent.
We have
simple idea. Some teachers do side jobs to meet their family needs. Thus, it is
their families which should be aided to improve welfare and prosperity.
Teachers would be more concentrated and focus on their tasks to meet the needs
of the students. In long run, the aid will support local communities to create
more sustainable and harmonious future.
For
everything they had done to educate us with love and sincerity, it is now our
time to figure out the best solutions to help and care for their conditions.
We take
initiatives to help teachers through local and specific program which is
responsive to cope with the real issues faced by teachers. And to make this
success we need supports from all parties.